Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 September 2014

Buka Usaha Pulsa di Desa

Buka usaha pulsa di desa mudah-mudahan sukses. Itu merupakan keinginan saya. Kenapa buka usaha pulsa? Jawaban ini ada di catatan BukanUsaha sebelumnya yang berjudul Usaha Pulsa Mudah Modal Kecil. Alasan saya ingin buka usaha pulsa di desa adalah karena persaingannya longgar. Jangan anggap remeh jualan pulsa di desa dan jangan anggap di desa jarang yang punya handphone. Saya saja orang desa punya 5 (lima) ponsel, meskipun cuma satu yang dipakai. Soalnya yang lainnya pada rusak, hihihi..

buka usaha pulsa di desa imageKembali lagi ke judul buka usaha pulsa di desa. Bagi saya ini yang penghasilan dari tenaga buruh di bawah uang UMR mau apa lagi kalau tidak membuka usaha sendiri. Meskipun tidak besar yang penting lancar. Salah satunya yang bisa dilakukan ya usaha sampingan berjualan pulsa.

Jualan pulsa di desa enak loh. Bisa dilakukan sambilan juga. Misal saat di tempat kerja kita bisa mengisi untuk teman kerja. Saat ada di sawah, mungkin pak tani dan bu tani butuh telepon ke rumah suruh dijemput anaknya, hahaha..

Bagi Anda yang mungkin dekat dengan saya di daerah Purwosari, Pasuruan bisa kerja sama dengan saya untuk berjualan pulsa. Bagi Anda yang jauh bisa juga. Banyak dealer pulsa yang bisa Anda coba. Salah satunya adalah dealer yang sedang saya pakai. Banyak kelebihannya, antara lain server cepat, respon cepat, harga ya relatif karena memang ini bisnis asli bukan MLM. dan masih banyak lagi. Coba cek DISINI.

Begitulah catatan saya untuk hari ini tentang Buka Usaha Pulsa di Desa. Semoga menjadi inspirasi Anda. Sampai Jumpa.

Senin, 09 Desember 2013

Peluang Usaha Salon Muslimah Yang Menguntungkan

Dilatarbelakangi sulitnya mencari salon khusus wanita, akhirnya Yulia Astuti memiliki gagasan mendirikan salon muslimah. Berkat keuletan dan kerja keras yang dibarengi dengan tiada hentinya berinovasi menjual beberapa produk perawatan bikinan sendiri.

Sepuluh tahun telah berlalu sejak Yulia Astuti mendirikan salon muslimah Moz5 di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Sebelumnya tak pernah terbayangkan dalam benak Yuli bahwa salonnya akan berkembang biak hingga 26 cabang seperti sekarang.

“ Saya tak berhenti berinovasi, menjual beberapa produk perawatan bikinan sendiri selain melayani salon untuk muslimah,”ungkap Yulia Astuti.

Setiap hari rata-rata sebanyak 50 orang berkunjung di setiap salonnya. Jumlah itu akan berlipat dua pada akhir pekan. Seorang pengunjung rata-rata menghabiskan uang antara Rp 70.000 hingga Rp 80.000 dalam sekali kedatangan. Tak heran, omzet salon bisa mencapai puluhan juta per hari.

Ide awal mendirikan salon Yulia muncul secara sederhana, yaitu berangkat dari pengalamannya sendiri yang sulit mencari salon khusus untuk wanita. “Saat itu salon khusus wanita sangat jarang. Kalaupun ada, cuma salon rumahan yang kadang-kadang ada suami, anak, dan karyawan laki-laki,” ujarnya.

Lantaran ingin punya usaha sendiri, Yulia menangkap kebutuhan itu sebagai peluang berbisnis. Apalagi, ia melihat potensi pasar salon khusus bagi perempuan yang ogah menunjukkan rambutnya kepada lelaki bukan muhrim begitu besar. “Saya melihat trend wanita berkerudung makin booming. Apalagi, mulai muncul kerudung untuk anak muda,” papar Yulia.

Awalnya ia berpatungan dengan dua orang teman untuk mendirikan salon muslimah ini. Namun ditengah perjalanan kedua orang itu kemudian mengundurkan diri. Yulia terpaksa merogoh kocek sendiri dan minta kelonggaran mengembalikan modal mereka. “Waktu itu, modal saya berkisar antara Rp 90 juta hingga Rp 100 juta,” ungkapnya.

Karena kebetulan saat itu masih bekerja, Yulia menyerahkan pengelolaan salon muslimah bernama Moz5 ini kepada sang adik yang dibantu dua orang karyawan. Yulia sendiri mengurus pengembangan bisnis dan marketing. “Meski begitu, setiap malam dan weekend, saya selalu datang ke salon untuk monitoring,” tukasnya.

Melihat bisnis salon cukup baik dan ingin focus pada pengembangan salon, akhirnya ia pada tahun 2004 mengundurkan diri dari kantor tempatnya bekerja. “Sejak awal saya memang bercita-cita punya usaha sendiri, sambil membimbing anak,”katanya.

Jumat, 15 November 2013

Usaha bisnis rumahan

Usaha bisnis rumahan online – Perkembangan dunia teknologi yang semakin cepat saat ini, memungkinkan bagi siapa saja untuk mulai menjalankan bisnisnya dari rumah dan tanpa perlu mengerahkan tenaga yang cukup besar. Cara yang dapat anda lakukan tersebut adalah dengan melakukan berbagai macam pemasaran melalui teknologi internet.

Usaha bisnis rumahan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan beberapa bulan belakangan ini, usaha bisnis rumahan online semakin pesat berkemang, hal tersebut seiring dengan semakin banyaknya pengguna internet di masyarakat. Pemikiran utama dari bisnis ini adalah modal yang dikeluarkan cukup kecil namun proses pemasarannya dapat menjangkau seluruh wilayah di dunia, sehingga memperbesar peluang pengusaha dalam memperoleh keuntungan.

Beberapa usaha bisnis rumahan online yang dapat anda lakukan antara lain seperti menjual barang ataupun jasa, membuat website dan menyediakan ruang untuk penempatan iklan dan membuka kursus online. Namun untuk menjalankan bisnis rumahan online, anda membutuhkan kesabaran untuk membangun sistem – sistem pemasaran yang tepat, dan semua itu tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat.

Modal awal yang anda perlukan untuk memulai usaha bisnis rumahan online yaitu sekitar 5 juta rupiah, dimana semua sudah termasuk dengan peralatan pendukung seperti laptop atau komputer dan akses internet. Untuk pengeluaran selanjutnya, anda hanya perlu mengeluarkan 50 ribu rupiah hingga 300 ribu rupiah untuk pembelian pulsa internet dan listrik.