Tampilkan postingan dengan label menguntungkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menguntungkan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Februari 2014

Contoh Bisnis Kecil Kecilan Yang Menguntungkan


Saat masih menjalani masa-masa kuliah, banyak orang berfikir bagaimana bisa buka usaha sambil kuliah. Beberapa orang pun mulai bertanya kepada teman-temannya “ada usaha sampingan nggak??? Buat nambah-nambah uang saku..” ya…itu wajar terjadi karena masa-masa kuliah akan jauh berbeda dengan masa-masa SMA. Jika sewaktu SMA uang saku kita masih meminta kepada orang tua, maka di saat kuliah proses pendewasaan diri mulai terbentuk dengan timbulnya keinginan untuk mencari pengtinjauanan sendiri.
Sesungguhnya ini adalah sikap yang konstruktik bagi diri seorang mahasiswa. Saat kuliah mungkin akan banyak sekali hal-hal kecil yang dihadapi. Mulai dari kurangnya uang saku, disibukkan dengan tugas kuliah yang tak kunjung usai, dan lain sebaginya. Jadi perlu adanya rencana awal yang harus disusun agar tujuan awal bisa tercapai. Jika hanya ingin kuliah normal seperti anak-anak pada umumnya, ya… kita tinggal rajin masuk kuliah, belajar, mengerjakan tugas, dan fokus agar kuliah cepat selesai.
Tapi bagi yang ingin kuliah sambil kerja, ya.. kita harus pandai-pandai dalam membagi waktu. Jangan sampai karena pekerjaan lantas kuliah menjadi terbengkalai. Nah, beriku ada beberapa macam contoh peluang bisnis modal kecil untuk mahasiwa yang cocok diantaranya adalah:
Menerima jasa print
Meski beberapa tugas kuliah dari dosen dikirim lewat media online banyak mahasiswa yang saat ini masih membutuhkan printer untuk mencetak beberapa data atau tugas dari dosen. Jika di kampus masih banyak yang membutuhkan jasa print, maka ini adalah kesempatan kita untuk mebeli seperangkat alat print untuk melayani para rekan mahasiswa dan tentunya juga mengeruk keuntungan. Jika punya komputer atau laptop ya… tinggal beli saja alat-alat print, seperti printer dan kertas sesuai kebutuhan. Bukalah usaha print kecil-kecilan di kos-kosan, kini biaya operasional print sudah cukup terjangkau. Usaha print ini pun bisa kita buka saat kista sedang di kost, dan kita tutup saat sedang kuliah, atau bisa juga kita bergantian dengan teman beda jurusan untuk membuka usaha kecil-kecilan ini.
Jualan makanan
Menjual makanan ringan atau makanan yang lain di kos-kosan, bisa menjadi langkah awal untuk belajar mencari uang. Mebiasakan berbisnis sejak dini adalah lebih baik meskipun itu kecil. Namun usaha yang ini tak bisa kita lakukan hanya seorang diri, butuh teman untuk bekerjasama agar usaha kecil ini bisa tetap berjalan.
Usaha online
Merambah ke dunia bisnis online bisa kita lakukan kapan saja dan dimana saja, asal masih menjangkau sinyal internet dan punya laptop, untuk sekarang ini hanya sebagian kecil kampus yang tidak menyediakan fasilitas wifi. Jadi ketimbang waktu kita habis hanya untuk memikirkan mau update status apa dan membaca status teman di facebook, ada baiknya jika kita mengelola blog. Kita pun dapat mengisi blog dengan materi kuliah maupun memilih tema yang lain.

Contoh peluang bisnis modal kecil buat mahasiswa
 ini selalu terbuka lebar asal kita ada kemauan dan tergerak untuk bangkit.
sumber : http://itbcareercenter.wordpress.com/2013/06/17/contoh-peluang-bisnis-dengan-modal-kecil-untuk-mahasiswa/

Senin, 09 Desember 2013

Peluang Usaha Salon Muslimah Yang Menguntungkan

Dilatarbelakangi sulitnya mencari salon khusus wanita, akhirnya Yulia Astuti memiliki gagasan mendirikan salon muslimah. Berkat keuletan dan kerja keras yang dibarengi dengan tiada hentinya berinovasi menjual beberapa produk perawatan bikinan sendiri.

Sepuluh tahun telah berlalu sejak Yulia Astuti mendirikan salon muslimah Moz5 di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Sebelumnya tak pernah terbayangkan dalam benak Yuli bahwa salonnya akan berkembang biak hingga 26 cabang seperti sekarang.

“ Saya tak berhenti berinovasi, menjual beberapa produk perawatan bikinan sendiri selain melayani salon untuk muslimah,”ungkap Yulia Astuti.

Setiap hari rata-rata sebanyak 50 orang berkunjung di setiap salonnya. Jumlah itu akan berlipat dua pada akhir pekan. Seorang pengunjung rata-rata menghabiskan uang antara Rp 70.000 hingga Rp 80.000 dalam sekali kedatangan. Tak heran, omzet salon bisa mencapai puluhan juta per hari.

Ide awal mendirikan salon Yulia muncul secara sederhana, yaitu berangkat dari pengalamannya sendiri yang sulit mencari salon khusus untuk wanita. “Saat itu salon khusus wanita sangat jarang. Kalaupun ada, cuma salon rumahan yang kadang-kadang ada suami, anak, dan karyawan laki-laki,” ujarnya.

Lantaran ingin punya usaha sendiri, Yulia menangkap kebutuhan itu sebagai peluang berbisnis. Apalagi, ia melihat potensi pasar salon khusus bagi perempuan yang ogah menunjukkan rambutnya kepada lelaki bukan muhrim begitu besar. “Saya melihat trend wanita berkerudung makin booming. Apalagi, mulai muncul kerudung untuk anak muda,” papar Yulia.

Awalnya ia berpatungan dengan dua orang teman untuk mendirikan salon muslimah ini. Namun ditengah perjalanan kedua orang itu kemudian mengundurkan diri. Yulia terpaksa merogoh kocek sendiri dan minta kelonggaran mengembalikan modal mereka. “Waktu itu, modal saya berkisar antara Rp 90 juta hingga Rp 100 juta,” ungkapnya.

Karena kebetulan saat itu masih bekerja, Yulia menyerahkan pengelolaan salon muslimah bernama Moz5 ini kepada sang adik yang dibantu dua orang karyawan. Yulia sendiri mengurus pengembangan bisnis dan marketing. “Meski begitu, setiap malam dan weekend, saya selalu datang ke salon untuk monitoring,” tukasnya.

Melihat bisnis salon cukup baik dan ingin focus pada pengembangan salon, akhirnya ia pada tahun 2004 mengundurkan diri dari kantor tempatnya bekerja. “Sejak awal saya memang bercita-cita punya usaha sendiri, sambil membimbing anak,”katanya.