Tampilkan postingan dengan label remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label remaja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Desember 2013

Remaja ditikam 17 kali kerana cium gadis Turki

05 Jul 2013

Attila Dincer (tengah) berusaha menutupi wajahnya dari kamera wartawan ketika digiring Polis Turki kerana dipercayai terlibat penikaman seorang remaja Inggeris di kota Marmaris.

Seorang remaja Inggeris kini dalam keadaan kritikal setelah ditikam 17 kali dan ditelanjangi di distrik Tepe, Marmaris, Turki. Penikaman itu terjadi setelah remaja tersebut mencium seorang gadis Turki di sebuah bar.

Dwayne Ward (17) ditemui   berlumuran darah di sebuah taman di distrik Tepe, Marmais, Turki, oleh warga setempat pada Rabu (26/6/2013).

Pemuda asal Inggeris itu sedang bercuti bersama abangnya Darren (32) dan ibu mereka, Doris. Kini sang ayah sedang menuju Turki untuk menjenguk anaknya yang kini dirawat di RS Marmaris.

Polis Marmaris terus melakukan penyiasatan terkait  dan langsung melakukan pencarian tersangka pelaku penusukan.

Dalam 48 jam, polis  memeriksa 217 CCTV di seluruh bar yang ada di Marmaris dan sekitarnya.

Dari pemeriksaan kamera, polis  mengetahui bahawa Dwayne meninggalkan Bar Street dan tak lama kemudian dua orang lelaki mengikutinya dan kemudian menyeretnya.

Polis  kemudian menangkap Attila Dincer (26), seorang pencuci kereta yang bekerja di sekitar lokasi Dwayne ditemukan. Dia kini diperiksa terkait insiden tersebut.

Attila ditangkap pagi tak lama setelah seorang tersangka lain, Ismail A (24), ditangkap dalam sebuah bas di Konya, sekitar 569 kilometer dari Marmaris.

Dari penyiasatan sementara, polis percaya penyerangan dilakukan setelah Dwayne terlihat mencium seorang gadis Turki di bar yang dikunjunginya itu.

Dwayne sebenarnya datang ke bar itu bersama abangnya Darren. Namun, kemudian mereka terpisah di tengah keramaian pengunjung dan Darren kembali ke hotel sendirian. 

 sumber

Sabtu, 23 November 2013

Remaja 14 Tahun Jadi Mahasiswa UGM

--Salam ditya Dharma Putra, lahir di Bekasi, 4 September 1996, menjadi mahasiswa termuda program teknik industri Unviersitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dia bersama 10.248 teman-temanya dari seluruh Indonesia, mulai menjalani sebagai mahasiswa dengan mengikuti orientasi kampus sejak Kamis (8/9).

Dia mengaku usianya 14 tahun 11 bulan 27 hari saat UGM mengumumkan dirinya diterima sebagai calon mahasiswa baru. "Teman-teman yang baru kenal saat pendaftaran ulang, umumnya tidak percaya jika saya baru usia 14 tahun," ujar dia di sela-sela mengikuti orientasi kampus di halaman Grha Sabha Pramana (GSP) UGM.

Menurut dia UGM bukan perguruan tinggi yang diinginkan. Universitas Indonesia (UI) menjadi pilihan utamanya dengan pertimbangan dekat dengan rumah. Tetapi, gurunya menyarankan supaya dia ikut tes di UGM melalui jalur SNMPTN undangan dan diterima di fakultas teknik, bukan fakultas ekonomi sebagaimana yang diinginkan.

Walaupun bukan fakultas favoritnya, Aditya mengaku akan serius kuliah di bidang teknik dan menargetkan lulus dalam waktu 3,5 tahun. "Jika lulus bagus, saya ingin pergi ke Amerika, cari kerja di sana untuk mengangkat harkat orangtua dan adik saya," ujar dia.

Pria berkacamata minus tersebut mengaku menempuh program akselerasi sejak sejak SD dan SMP Alazhar serta SMA 1 Bekasi. Karena itu, dia mendapat "diskon" tiga tahun selama sekolah di tiga tingkatan tersebut.

Menurut dia kelas akselerasi dijalani dengan normal saja, belajar semampunya. "Saya jarang belajar. Kalau mau ulangan atau ujian, saya baru serius belajar."

Dalam kesehariannya, kata dia, bermain usai sekolah sebagaimana biasa teman-teman lain di kampung atau di sekolahnya. "Pikiran saya, program akselerasi kan supaya saya lebih cepat sekolah saja, tidak ada motivasi lain," ujar penggemar fiksi ilmiah.

Selama di SMA, dia mengaku mengambil jurusan IPA, tetapi dalam benaknya terbersit ingin menjadi ekonom. Karena itu, cita-citanya masuk kelas ekonomi di UI. Ketika diterima di teknik industri, dia sempat berpikir serius apa mau dijalani atau ditolak. Orangtuanya membujuk agar diterima saja karena teknik industri terdapat muatan kuliah ekonomi.

"Kata orang tua saya di jurusan teknik industri ada muatan pelajaran ekonominya. Ya saya akhirnya memutuskan untuk mengambil pilihan di jurusan itu,” kata dia.

Sumber:http://www.pikiran-rakyat.com/node/157803